Saturday, June 15, 2013

Materi Sistem Basis Data



INTEGRITAS DATA

Batasan integritas data adalah syarat yang dispesifikasikan pada basis data untuk membatasi data yang dapat disimpan didalam basis data. Jika basis data memenuhi semua batasan integritas yang dispesifikasikan pada skema basis datanya, maka basis data tersebut sudah bias dikatakan legal.
Batasan integritas menjaga terjadinya kerusakan terhadap database yang dapat terjadi dengan memastikan bahwa perubahan terhadap database tidak menyebabkan terjadinya inkonsistensi data. Integritas data mengacu ke konsistensi dan akurasi data yang disimpan di dalam basis data.
Secara garis besar, didalam model relasional integritas data meliputi:
·         Integritas Entitas (Entity Integrity)
·         Integritas Domain (Domain Integrity)
·         Integritas Referential (Referential Integrity)
·         Integritas Enterprise (Enterprise/User Defined Integrity)

KEAMANAN DATA BASIS DATA
Ada beberapa prinsip pengamanan dalam basis data, yaitu:
-          Kerahasiaan menjamin perlindungan akses informasi
-          Integritas menjamin bahwa informasi tidak dapat diubah dan tetap konsisten
-          Ketersediaan menjamin kesiapan akses informasi
Pengamanan data harus merupakan mekanisme untuk melindungi system basis data dari aksi yang disengaja dan tidak disengaja. Kerusakan yang biasanya terjadi diantaranya adalah kehilangan kerahasiaan, kehilangan kebebasan, kehilangan keutuhan data, kehilangan ketersediaan data.
Langkah-langkah dalam pengamanan data diantaranya :
a.       Level DBMS
Menerapkan mekanisme otorisasi dan autentifikasi untuk mengatur hanya user tertentu saja yang dapat mengakses data sesuai dengan yang dibutuhkan.
b.      Level Sistem Operasi
Super user pada system operasi dapat melakukan apapun terhadap database. Oleh karena itu dibutuhkan mekanisme pengamanan yang baik bagi sistem operasi.

c.       Level Jaringan
Setiap data yang dikirimkan melalui network harus dienkripsi untuk menghindari terjadinya pembacaan data oleh orang yang tidak berhak dan penyalahgunaan hak akses/berpura-pura sebagai authorized user.
d.      Level Fisik
Akses terhadap fisik computer memungkinkan perusakan data oleh penyusup. Oleh karena itu diperlukan mekanisme konvensional untuk mengamankan fisik computer. Computer juga harus terhindar dari kejadian bencana alam seperti banjir, kebakaran, gempa, dan lain-lain.

TRANSAKSI

Transaksi adalah satu atau beberapa aksi program aplikasi yang memungkinkan untuk mengakses atau mengubah isi basis data. Dalam transaksi, tidak boleh ada transaksi yang dikerjakan sebagian, karena dapat menyebabkan inkonsistensi data. Transaksi harus dapat dikerjakan secara utuh atau gagal sama sekali.
Berikut adalah sifat-sifat yang harus dimilliki transaksi agar integritas dapat tetap terjaga.
1.         Atomik : Semua operasi transaksi dapat dikerjakan secara keseluruhan atau tidak sama sekali.
2.         Konsisten : Eksekusi transaksi harus menjamin konsistensi data.
3.         Terisolasi : Jika terdapat lebih dari satu transaksi yang dilaksanakan secara bersamaan, maka semua transaksi harus dapat dimulai atau diakhiri/dieksekusi secara sekuensial.
4.         Bertahan/Durable : Perubahan data yang terjadi setelah transaksi berakhir dengan baik harus dapat bertahan dan tetap terjaga walaupun terjadi kegagalan sistem.
Transaksi dapat menghasilkan dua kemungkinan, yaitu :
-          Jika transakti terlaksana secara keseluruhan, maka transaksi tersebut telah di commit dan basis data mencapai keadaan konsisten baru.
-          Jika transaksi tidak sukses, maka transaksi dibatalkan dan basis data dikembalikan ke keadaan sebelumnya dengan cara di-rollback.

CONCURRENCY
Concurrency adalah banyaknya transaksi yang dijalankan secara bersamaan dalam satu waktu artinya adalah satu sumber database dipakai secara bersama-sama.. Hampir semua DBMS adalah multiuser, sehingga dapat berpeluang terjadinya inkonsistensi basis data. Oleh karena itu perlu adanya pengendalian persaingan eksekusi transaksi concurrency control).
Ada tiga masalah yang dapat terjadi pada Concurrency, yaitu:
1.      Lost Update Problem
2.      Uncommited Dependency Problem
3.      Inconsistent Analysis Problem

DATABASE PROGRAMMING
1.      Stored Procedure
Stored procedure adalah sejumlah perintah dalam kode program dan beberapa parameter input, dan sejumlah hasil atau keluaran. Biasanya berisi perintah-perintah umum yang berhubungan dengan database pada server, dan menghasilkan sekumpulan record.
Variabel
Fungsinya sama dengan bahasa pemrograman pada umumnya. Perintahnya menggunakan DECLARE dan untuk memberikan nilai menggunakan perintah SET.
Parameter
Parameter adalah suatu nilai yang akan dilewatkan atau dimasukan untuk diproses dalam fungsi atau procedure.
Kondisional
Perintah kondisional, untuk melakukan uji kondisi terdapat satu masukan dan dua pilihan dari keluaran, kondisi benar atau salah.
Loop
Loop adalah proses perulangan.
2.      Function
Function hamper sama dengan procedure. Function mempunyai sejumlah parameter input dan hanya mengembalikan satu output.

3.      Trigger
Suatu program yang akan melakukan respon dalam aktifitas database, berkaitan dengan perintah-perintah DML operasional pada table.                     

XML (Extensible Markup Language)
XML adalah representasi data yang bisa didefinisikan sendiri sesuai dengan keinginan pengguna. XML sering dignakan pada berbagai perttukaran informasi karena formatnya yang standar dan  fleksibel. XML didesain untuk mampu menyimpan data secara ringkas dan mudah diatur.
Keunggulan yang dimiliki XML diantaranya:
1.      Dapat menangani berbagai tingkat kompleksitas.
2.      Dapat beradaptasi untuk membuat bahasa sendiri.
1.      Sederhana.
2.      Mudah dipindah-pindahkan.

-


No comments:

Post a Comment