INTEGRITAS DATA
Batasan
integritas data adalah syarat yang dispesifikasikan pada basis data untuk
membatasi data yang dapat disimpan didalam basis data. Jika basis data memenuhi
semua batasan integritas yang dispesifikasikan pada skema basis datanya, maka
basis data tersebut sudah bias dikatakan legal.
Batasan
integritas menjaga terjadinya kerusakan terhadap database yang dapat terjadi
dengan memastikan bahwa perubahan terhadap database tidak menyebabkan terjadinya
inkonsistensi data. Integritas data mengacu ke konsistensi dan akurasi data
yang disimpan di dalam basis data.
Secara
garis besar, didalam model relasional integritas data meliputi:
·
Integritas Entitas (Entity Integrity)
·
Integritas Domain (Domain Integrity)
·
Integritas Referential
(Referential Integrity)
·
Integritas Enterprise (Enterprise/User Defined Integrity)
KEAMANAN DATA
BASIS DATA
Ada
beberapa prinsip pengamanan dalam basis data, yaitu:
-
Kerahasiaan menjamin
perlindungan akses informasi
-
Integritas menjamin
bahwa informasi tidak dapat diubah dan tetap konsisten
-
Ketersediaan menjamin
kesiapan akses informasi
Pengamanan
data harus merupakan mekanisme untuk melindungi system basis data dari aksi
yang disengaja dan tidak disengaja. Kerusakan yang biasanya terjadi diantaranya
adalah kehilangan kerahasiaan, kehilangan kebebasan, kehilangan keutuhan data,
kehilangan ketersediaan data.
Langkah-langkah
dalam pengamanan data diantaranya :
a. Level
DBMS
Menerapkan
mekanisme otorisasi dan autentifikasi untuk mengatur hanya user tertentu saja
yang dapat mengakses data sesuai dengan yang dibutuhkan.
b. Level
Sistem Operasi
Super
user pada system operasi dapat melakukan apapun terhadap database. Oleh karena
itu dibutuhkan mekanisme pengamanan yang baik bagi sistem operasi.
c. Level
Jaringan
Setiap
data yang dikirimkan melalui network harus dienkripsi untuk menghindari
terjadinya pembacaan data oleh orang yang tidak berhak dan penyalahgunaan hak
akses/berpura-pura sebagai authorized user.
d. Level
Fisik
Akses
terhadap fisik computer memungkinkan perusakan data oleh penyusup. Oleh karena
itu diperlukan mekanisme konvensional untuk mengamankan fisik computer.
Computer juga harus terhindar dari kejadian bencana alam seperti banjir,
kebakaran, gempa, dan lain-lain.
TRANSAKSI
Transaksi
adalah satu atau beberapa aksi program aplikasi yang memungkinkan untuk
mengakses atau mengubah isi basis data. Dalam transaksi, tidak boleh ada
transaksi yang dikerjakan sebagian, karena dapat menyebabkan inkonsistensi
data. Transaksi harus dapat dikerjakan secara utuh atau gagal sama sekali.
Berikut
adalah sifat-sifat yang harus dimilliki transaksi agar integritas dapat tetap
terjaga.
1.
Atomik : Semua operasi
transaksi dapat dikerjakan secara keseluruhan atau tidak sama sekali.
2.
Konsisten : Eksekusi
transaksi harus menjamin konsistensi data.
3.
Terisolasi : Jika
terdapat lebih dari satu transaksi yang dilaksanakan secara bersamaan, maka
semua transaksi harus dapat dimulai atau diakhiri/dieksekusi secara sekuensial.
4.
Bertahan/Durable :
Perubahan data yang terjadi setelah transaksi berakhir dengan baik harus dapat
bertahan dan tetap terjaga walaupun terjadi kegagalan sistem.
Transaksi
dapat menghasilkan dua kemungkinan, yaitu :
-
Jika transakti
terlaksana secara keseluruhan, maka transaksi tersebut telah di commit dan basis data mencapai keadaan
konsisten baru.
-
Jika transaksi tidak
sukses, maka transaksi dibatalkan dan basis data dikembalikan ke keadaan
sebelumnya dengan cara di-rollback.
CONCURRENCY
Concurrency adalah banyaknya transaksi yang
dijalankan secara bersamaan dalam satu waktu artinya adalah satu sumber
database dipakai secara bersama-sama.. Hampir semua DBMS adalah multiuser,
sehingga dapat berpeluang terjadinya inkonsistensi basis data. Oleh karena itu
perlu adanya pengendalian persaingan eksekusi transaksi concurrency control).
Ada tiga masalah yang dapat terjadi pada
Concurrency, yaitu:
1. Lost
Update Problem
2. Uncommited
Dependency Problem
3. Inconsistent
Analysis Problem
DATABASE PROGRAMMING
1. Stored
Procedure
Stored procedure adalah sejumlah perintah
dalam kode program dan beberapa parameter input, dan sejumlah hasil atau
keluaran. Biasanya berisi perintah-perintah umum yang berhubungan dengan
database pada server, dan menghasilkan sekumpulan record.
Variabel
Fungsinya sama
dengan bahasa pemrograman pada umumnya. Perintahnya menggunakan DECLARE dan
untuk memberikan nilai menggunakan perintah SET.
Parameter
Parameter adalah
suatu nilai yang akan dilewatkan atau dimasukan untuk diproses dalam fungsi
atau procedure.
Kondisional
Perintah kondisional,
untuk melakukan uji kondisi terdapat satu masukan dan dua pilihan dari
keluaran, kondisi benar atau salah.
Loop
Loop adalah
proses perulangan.
2. Function
Function hamper sama dengan procedure.
Function mempunyai sejumlah parameter input dan hanya mengembalikan satu
output.
3. Trigger
Suatu program yang akan melakukan respon
dalam aktifitas database, berkaitan dengan perintah-perintah DML operasional
pada table.
XML (Extensible Markup Language)
XML adalah representasi data yang bisa didefinisikan
sendiri sesuai dengan keinginan pengguna. XML sering dignakan pada berbagai
perttukaran informasi karena formatnya yang standar dan fleksibel. XML didesain untuk mampu menyimpan
data secara ringkas dan mudah diatur.
Keunggulan yang dimiliki XML diantaranya:
1.
Dapat menangani
berbagai tingkat kompleksitas.
2.
Dapat beradaptasi
untuk membuat bahasa sendiri.
1.
Sederhana.
2.
Mudah
dipindah-pindahkan.
-
No comments:
Post a Comment